Sabtu, 23 November 2013

ETIKA BISNIS DALAM MASYARAKAT



              Dewasa ini banyak bermunculan bisnis - bisnis baik di bidang kuliner maupun fashion. Namun, banyak yang tidak memperhatikan dalam etika dalam bisnis tersebut. Misalkan melakukan bisnis dengan persaingan tidak sehat dengan menjiplak merek yang sudah ada atau mirip dengan merek yang terkenal dengan tujuan mendapatkan keuntungan yang lebih.

              Dengan adanya contoh kasus diatas maka kita apabila dalam berbisnis harus menerapkan Etika Bisnis, dengan memperhatikan aturan/ketentuan dan moral dalam masyarakat. sehingga tidak terjadi gesekan - gesekan atau timbul konflik dalam masyarkat.
             
               Etika didefinisikan sebagai penyelidikan terhadap alam dan ranah moralitas dimana istilah moralitas dimaksudkan untuk merujuk pada ‘penghakiman’ akan standar dan aturan tata laku moral. Etika juga bisa disebut sebagai studi filosofi perilaku manusia dengan penekanan pada penentuan apa yang dianggap salah dan benar.

                 Dari definisi itu kita bisa mengembangkan sebuah konsep etika bisnis. Tentu sebagian kita akan setuju bila standar etika yang tinggi membutuhkan individu yang punya prinsip moral yang kokoh dalam melaksanakannya. Namun, beberapa aspek khusus harus dipertimbangkan saat menerapkan prinsip etika ke dalam bisnis.

                Tujuan etika bisnis adalah menggugah kesadaran moral para pelaku bisnis dalam menjalankan good business dan tidak melakukan ‘monkey business’ atau dirty business. Etika bisnis mengajak para pelaku bisnis mewujudkan citra dan manajemen bisnis yang etis agar bisnis itu pantas dimasuki oleh semua orang yang mempercayai adanya dimensi etis dalam dunia bisnis. Hal ini sekaligus menghalau citra buruk dunia bisnis sebagai kegiatan yang kotor, licik, dan tipu muslihat. Kegiatan bisnis mempunyai implikasi etis dan oleh karenanya membawa serta tanggung jawab etis bagi pelakunya.

                   Berbisnis dengan etika adalah menerapkan aturan umum mengenai etika pada perilaku bisnis. Etika bisnis menyangkut moral, kontak sosial, hak-hak dan kewajiban, prinsip-prinsip dan aturan-aturan. Jika aturan secara umum mengenai etika mengatakan bahwa berlaku tidak jujur adalah tidak bermoral dan beretika, maka setiap insan bisnis yang tidak berlaku jujur dengan pegawainya, pelanggan, kreditur, pemegang usaha maupun pesaing dan masyarakat, maka ia dikatakan tidak etis dan tidak bermoral. Intinya adalah bagaimana kita mengontrol diri kita sendiri untuk dapat menjalani bisnis dengan baik dengan cara peka dan toleransi. Dengan kata lain, etika bisnis ada untuk mengontrol bisnis agar tidak tamak.

                  Jadi dalam beretika bisnis intinya kita harus memperhatikan lingkungan sekitar, dengan kata lain kita saling menghargai, berlaku jujur, kompak dan tidak berbuat curang. Dengan demikian maka apabila kita melakukan semua hal tersebut akan membuat sebuah perusahaan akan berkembang dan bersaing secara ketat.