Rabu, 23 April 2014

TUGAS SOFTSKILL BAHASA INGGRIS


NAMA    : GITA NESA MAYANGSARI
NPM       : 13210021
KELAS   : 4EA15


DIFFERENCES IN BUSINESS SYSTEMS INDONESIA AND AUSTRALIA

                A.     Differences Business Systems There is a difference - the difference between business systems implemented in Indonesia and other countries that can be seen from several points / points of view.

1.      Cultural, Business Ethics and Communication Styles
Australia has many areas with different cultures. Citizens who tend to be more quiet and understated. While Indonesia, although composed of various cultures, with his friendly face using the national language (Indonesian) and international language which is easy to understand the various business meetings

2.      Type of economic system
     In terms of the type of economic system, the economic system can be divided between Indonesia and Australia, Australia embraces system liberal capitalist economy where asset - the asset and factor - factor of production is largely controlled by the individual / private. Compared democratic economic system run by the Indonesian Pancasila which prohibits: free fight liberalism (freedom of business allowing uncontrolled exploitation of the economically weak communities), etatisme (government participation is too dominant, so turning off the community creations), Monopoly ( ekonomic concentration of power in the form of a particular group).

3.       Marketing and Publications
Australia has a great opportunity in the freedom of space that can be used for publications and activities marketing.Sedangkan Indonesia unbeatable in terms of marketingso it is not as high value export products in the Australian market and the network was not strong.
.
4.       Revenue per capita
Indonesia has a vast territory with a population of 220 millionbut only has a per capita income of U.S. $ 1,300 per personWhile Australia with a population of only 20-21 million people have a per capita income of U.S. $ 28 thousand per person.



B.    Definition of Business Systems
business system as a sequence / stages which consist of the systematic components - components that interact with each other in producing the goods / services to meet the needs of the community in the life of every time.

Minggu, 13 April 2014

Tugas Kelpok 4

Ayu Purnamasari
Gita Nesa MayangSari
Onne Disty Pusponegoro
Tarasati


1.                           Cara mengetahui segmentasi pasar : kenali dulu produk atau jasa anda, lalu lakukan riset konsumen dan riset pasar. Baru tentukan segmentasi pasarnya.

Manfaat dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:

1. Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2. Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4. Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5. Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.

Keterbatasan segmentasi pasar :
·         Beban biaya lebih besar
·         Memerlukan komitmen korporat
·         Menyediakan informasi yang umum,bukan individual

2.                              Prosedur Segmentasi Pasar
·         Prosedur segmentasi pasar ada tiga langkah, yaitu : survei, analisis, dan pembentukan profil.
a.       Langkah Satu : Tahap Survei
Periset melakukan wawancara untuk mencari penjelasan dan membentuk kelompok fokus untuk mendapatkan pemahaman atas motivasi, sikap, dan perilaku konsumen. Selanjutnya, periset menyiapkan kuesioner resmi untuk mengumpulkan data mengenai atribut dan peringkat kepentingan atribut tersebut; kesadaran merek dan peringkat merek; pola-pola pemakaian produk; sikap terhadap kategori produk; kondisi demografis, geografis, psikografis, dan mediagrafis responden.
b.      Langkah Dua : Tahap Analisis
Periset menerapkan analisis faktor terhadap data tersebut untuk membuang variabel-variabel yang berkorelasi tinggi, kemudian periset menerapkan analisis kelompok untuk menghasilkan jumlah segmen yang berbeda-beda secara maksimum.



c.       Langkah Tiga : Tahap Pembentukan
Masing-masing kelompok di bentuk berdasarkn perbedaan sikap, perilaku, demografis, psikografis, dan pola media. Masing-masing segmen dapat diberi nama berdasarkan sifat-sifat dominannya.

·         Variable  Segmentasi Pasar Konsumen
Segmentasi pasar dapat dikelompokan berdasarkan segmentasi geografis, segmentasi demografis, segmentasi psikografis, dan segmentasi perilaku.
a)      Segmentasi Geografis
Segmentasi geografis mengharuskan pembagian pasar menjadi unit-unit geografis yang berbeda seperti negara, negara bagian, wilayah, propinsi, kota, atau lingkungan rumah tangga. Perusahaan dapat memutuskan untuk beroperasi dalam satu atau sedikit wilayah geografis atau beroperasi dalam seluruh wilayah tetap memberikan perhatian pada variasi lokal.
b)      Segmentasi Demografis
Dalam segmentasi demografis, pasar dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan variabel-variabel demografis seperti usia, ukuran keluarga, siklus hidup keluarga, jenis kelamin, penghasilan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras, generasi, kewarganegaraan, dan kelas sosial. Variabel-variabel demografis merupakan dasar yang paling populer untuk membedakan kelompok-kelompok pelanggan. Satu alasan adalah bahwa keinginan, preferensi, dan tingkat pemakaian kosumen sering sangat berhubungan dengan variabel-variabel demografis. Alasan lain adalah bahwa variabel-variabel demografis lebih mudah diukur daripada sebagian besar variabel. Bahkan jika pasar sasaran diuraikan ke dalam faktor-faktor non demografis, hubungan dengan karakteristik demografis dibutuhkan untuk mengetahui ukuran pasar sasaran dan media yang harus digunakan untuk menjaganya secara efisien.
c)      Segmentasi Psikografis
Dalam segmentasi psikografis, pembeli dibagi menjadi kelompok yang berbeda berdasarkan gaya hidup atau kepribadian akan nilai. Orang-orang dalam kelompok demografis yang sama dapat menunjukan gambaran psikografis yang sangat berbeda.


d)     Segmentasi Perilaku
Dalam segmentasi perilaku, pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan pengetahuan, sikap, pemakaian, atau tanggapan mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasaran yakin bahwa variabel perilaku-kejadian, manfaat, status pemakai, tingkat pemakaian, status kesetiaan, tahap kesiapan pembeli, dan sikap, merupakan titik awal terbaik dalam membentuk segmen pasar
3.                                          Masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang unik, masing-masing pembeli merupakan pasar potensial atau segmen potensial tersendiri. Oleh sebab itu penjual idealnya mendisain program pemasarannya tersendiri bagi masing-masing pembeli. Segmentasi yang lengkap membutuhkan biaya yang tinggi, dan kebanyakan pelanggan tidak dapat membeli produk yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang lebih besar dengan kebutuhan produk atau tanggapan membeli yang berbeda-beda. Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama.

4.                                          Memilih segmen pasar sasaran.

a. Konsentrasi Segmen Tunggal
Perusahaan bisa memilih sebuah segmen tunggal. Melalui pemasaran yang terkonsentrasi, perusahaan mendapatkan pengetahuan yang kuat tentang kebutuhan segmen dan memilih posisi pasar yang kuat di segmen tersebut. Lebih jauh, perusahaan menikmati operasi yang ekonomis melalui spesialisasi produksi, distribusi dan promosinya. Jika ia menjadi pemimpin di segmen tersebut, perusahaan dapat menghasilkan tingkat pengembalian investasi yang tinggi. Ketika segolongan konsumen mendadak berhenti membeli suatu jenis produk, maka penghasilan perusahaan yang memproduksi produk tersebut menurun tajam. Atau seorang pesaing mungkin menyerang segmen tersebut. Dengan alasan itu, banyak perusahaan lebih suka beroperasi di lebih dari satu segmen.



b. Spesialisasi Selektif
Dalam hal ini, perusahaan memilih sejumlah segmen, secara objektif masing-masing segmen menarik dan memadai. Mungkin terdapat sedikit atau tidak ada sinergi diantara segmen-segmen tersebut, namun masing-masing berpotensi sebagai penghasil uang. Strategi cakupan multi-segmen itu memiliki keuntungan pendiversifikasian risiko perusahaan.

c. Spesialisasi Produk
Dalam hal ini, perusahaan berkonsentrasi dalam menghasilkan produk tertentu yang dijual kebeberapa segmen. Melalui strategi spesialisasi produk, perusahaan membangun reputasi yang kuat di bidang produk tertentu. Risiko yang tidak menguntungkan adalah bahwa produk tertentu tersebut mungkin digantikan oleh produk yang sejenis yang lebih canggih.

d. Spesialisasi Pasar
Dalam hal ini, perusahaan berkonsentrasi untuk melayani berbagai kebutuhan dari suatu kelompok pelanggan tertentu. Perusahaan mendapatkan reputasi yang kuat dengan mengkhususkan diri dalam melayani kelompok pelanggan itu dan menjadi saluran pemasaran bagi semua produk baru yang mungkin digunakan oleh kelompok pelanggan ini. risiko yang tidak menguntungkan adalah bahwa kelompok pelanggan itu mungkin harus memotong anggaran mereka.

e. Cakupan Seluruh Pasar
Dalam hal ini perusahaan berusaha melayani seluruh kelompok pelanggan dengan menyediakan semua produk yang mungkin mereka butuhkan. Hanya perusahaan yang sangat besar yang dapat melaksanakan strategi cakupan seluruh pasar. Perusahaan besar dapat mencakup seluruh pasar dengan dua cara umum, yaitu melalui pemasaran yang tidak terdiferensiasi atau pemasaran yang terdiferensiasi.
Dalam pemasaran yang tidak terdiferensiasi, perusahaan mengabaikan perbedaan segmen pasar dan meraih seluruh pasar dengan satu tawaran pasar. Ia memusatkan perhatian kepada kebutuhan pembeli yang bersifat dasar dan bukannya perbedaaan diantara pembeli. Ia merancang suatu produk atau suatu program pemasaran yang akan menarik jumlah pembeli terbesar. Ia menggantungkan diri kepada distribusi dan pengiklanan masal. Ia berusaha memberikan citra produk yang superior ke dalam benak orang-orang. Pemasaran yang terdiferensiasi sering dipandang sebagai “rekan pemasaran bagi standarisasi dan produksi masal di perusahaan manufaktur. Lini produk yang sempit menurunkan biaya litbang, produksi, persediaan, transportasi, riset pemasaran, periklanan dan manajemen produk. Program periklanan yang tidak terdiferensiasi menurunkan biaya periklanan. Sepertinya, perusahaan dapat mengubah biayanya yang lebih rendah menjadi harga yang lebih rendah sehingga dapat menang di segmen pasar yang peka terhadap harga.
Dalam pemasaran yang terdiferensiasi, perusahaan beroperasi dibeberapa segmen pasar yang merancang program yang berbeda bagi masing-masing segmen.

·         Segmentasi pasar sasaran :
Identifikasi dan analisis segmen-segmen dalam suatu pasar
Keputusan segmen mana yang menjadi sasaran
Disain dan implementasi strategi penetapan posisi (posisioning) setiap sasaran


5.                                          Menciptakan perbedaan (differents), keuntungan (advantages), manfaat (benefit) yang membuat konsumen selalu ingat dengan suatu produk. Dengan kata lain sebagai usaha menempatkan sesuatu dalam pikiran orang dengan terlebih dahulu memberikan informasi tentang segala sesuatu seperti fasilitas, program yang diberikan, dosen yang dimiliki dengan cara penyuguhan kualitas pelayanan dan bagaimana mempresentasikannya.

Selasa, 25 Maret 2014


Nama     : Gita Nesa MayangSari
Npm       : 1310021
Kelas     : 4EA15


ACTIVE AND PASSIVE VOICE


Kalimat aktif (active voice) adalah kalimat dimana subject-nya melakukan pekerjaan, sebaliknya, kalimat pasif (passive voice) adalah kalimat dimana subject-nya dikenai pekerjaan oleh object kalimat. Active voice lebih sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dibandingkan dengan passive voice. Namun demikian, sering kita temukan passive voice di surat-surat kabar, artikel-artikel di majalah-majalah dan tulisan-tulisan ilmiah. Passive voice digunakan karena object dari active voice merupakan informasi yang lebih penting dibandingkan dengan subject-nya.
Contoh : 
               Active : We fertilize the soil every 6 months
·             Passive: The soil is fertilized by us every 6 months


Dari contoh ini dapat kita lihat bahwa:

  1. Object dari active voice (the soil) menjadi subject dari passive voice
  2. Subject dari active voice (we) menjadi object dari passive voice. Perhatikan pula bahwa terjadi perubahan dari subject pronoun ‘we’ menjadi object pronoun ‘us’.
  3. Verb1 (fertilize) pada active voice menjadi verb3 (fertilized) pada passive voice.
  4. Ditambahkannya be ‘is’ di depan verb3. Be yang digunakan adalah tergantung pada subject passive voice dan tenses yang digunakan. (Perhatikan pola-pola passive voice di bawah).
  5. Ditambahkannya kata ‘by’ di belakang verb3. Namun, jika object dari passive voice dianggap tidak penting atau tidak diketahui, maka object biasanya tidak dikemukakan dan begitu pula kata ‘by’.
  6. Khusus untuk kalimat-kalimat progressive (present, past, past perfect, future, past future, dan past future perfect continuous, perlu menambahkan ‘being’ di depan verb3). Kalau tidak ditambahkan “being”, tensisnya akan berubah, bukan progressive/continuous lagi. Perhatikan contoh-contoh pada poin h – o di bawah.
Berdasarkan keenam poin di atas maka passive voice mengikuti pola sebagai berikut:
                    Subject + be + Verb3 + by + Object + modifier


Pola active dan passive voice pada tiap tensis 
a. Jika active voice dalam simple present tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah is, am atau are.
Contoh:
·                 Active    : He meets them everyday.
·                 Passive  : They are met by him everyday.
·                 Active    : She waters this plant every two days.
·                 Passive  : This plant is watered by her every two days.

b. Jika active voice dalam simple past tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah was atauwere
Contoh:
·                 Active    : He met them yesterday
·                 Passive  : They were met by him yesterday
·                 Active    : She watered this plant this morning
·                 Passive  : This plant was watered by her this morning

c. Jika active voice dalam present perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah beenyang diletakkan setelah auxiliary has atau have, sehingga menjadi ‘has been’ atau ‘have been’
Contoh:
·                 Active    : He has met them
·                 Passive  : They have been met by him
·                 Active    : She has watered this plant for 5 minutes.
·                 Passive  : This plant has been watered by her for 5 minutes.

d. Jika active voice dalam past perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah beenyang diletakkan setelah auxiliary had, sehingga menjadi had been
Contoh:
·                 Active    : He had met them before I came.
·                 Passive  : They had been met by him before I came.
·                 Active    : She had watered this plant for 5 minutes when I got here
·                 Passive  : This plant had been watered by her for 5 minutes when I got here

e. Jika active voice dalam simple future tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah be
Contoh:
·                 Active    : He will meet them tomorrow.
·                 Passive  : They will be met by him tomorrow.
·                 Active    : She will water this plant this afternoon.
·                 Passive  : This plant will be watered by her this afternoon.
·                 Active    : The farmers are going to harvest the crops next week
·                 Passive  : The crops are going to be harvested by the farmers next week.

f. Jika active voice dalam future perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah beenyang diletakkan setelah auxiliary will have, sehingga menjadi ‘will have been’
Contoh:
·                 Active    : He will have met them before I get there tomorrow.
·                 Passive  : They will have been met by him before I get there tomorrow.
·                 Active   : She will have watered this plant before I get here this afternoon.
·                 Passive  : This plant will have been watered by her before I get here this afternoon.

g. Jika active voice dalam past future perfect tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalahbeen yang diletakkan setelah auxiliary would have, sehingga menjadi ‘would have been’.
Contoh:
·                 Active    : He would have met them.
·                 Passive  : They would have been met by him.
·                 Active    : She would have watered this plant.
·                 Passive  : This plant would have been watered by her.

h. Jika active voice dalam present continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (is, am atau are) + being.
Contoh:
·                 Active    : He is meeting them now.
·                 Passive  : They are being met by him now.
·                 Active    : She is watering this plant now.
·                 Passive  : This plant is being watered by her now.

i. Jika active voice dalam past continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (wasatau were) + being.
Contoh:
·                 Active    : He was meeting them.
·                 Passive  : They were being met by him.
·                 Active    : She was watering this plant.
·                 Passive  : This plant was being watered by her.

j. Jika active voice dalam perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah (has/have) been + being.
Contoh:
·                 Active    : He has been meeting them.
·                 Passive  : They have been being met by him.
·                 Active    : She has been watering this plant.
·                 Passive  : This plant has been being watered by her.

k. Jika active voice dalam past perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah had been + being.
Contoh:
·                 Active    : He had been meeting them.
·                 Passive  : They had been being met by him.
·                 Active    : She had been watering this plant.
·                 Passive  : This plant had been being watered by her.

l. Jika active voice dalam future continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalahwill be + being.
Contoh:
·                 Active    : He will be meeting them.
·                 Passive  : They will be being met by him.
·                 Active    : She will be watering this plant.
·                 Passive  : This plant will be being watered by her.

m. Jika active voice dalam past future continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah would be + being.
Contoh:
·                 Active    : He would be meeting them.
·                 Passive  : They would be being met by him.
·                 Active    : She would be watering this plant.
·                 Passive   : This plant would be being watered by her.

n. Jika active voice dalam future perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah will have been + being.
Contoh:
·                 Active    : He will have been meeting them.
·                 Passive  : They will have been being met by him.
·                 Active    : She will have been watering this plant.
·                 Passive  : This plant will have been being watered by her.

o. Jika active voice dalam past future perfect continuous tense, maka ‘be’ passive voice-nya adalah would have been + being.
Contoh:
·                 Active    : He would be meeting them.
·                 Passive  : They would be being met by him.
·                 Active    : She would be watering this plant.
·                 Passive  : This plant would be being watered by her.

Reff : http://gatotbukankaca.weebly.com/bahasa-inggris-2--d.html

FORMING THE PASSIVE

active  : (a) Mary (s) helped (v) the boy (o) 
passive: (b) the boy (s) was helped (v) by  Mary
form of the passive: be past participle
in the passive,  the object of an active verb becomes the subject of the verb: "the boy" in (a) becomes the subject of the passive verb in (b). (a) and (b) have the same meaning.
active  : (c) an accident happened.
passive: (d) (none)
only transitive verbs (verbs that are following by an object) are used in the passive. It is not possible to use verbs such as happen, sleep, come, and seem (intransitive verbs) in the passive. (see apendix 1, Chart A-1.)

ACTIVE                                                                                                    PASSIVE
simple present          Mary        helps          Jhon.                   Jhon               is helped         by Mary
present progressive   Mary        is helping   Jhon.                   Jhon          is being helpes     by Mary
present perfect         Mary        has helped   Jhon.                  Jhon          has been helped  by Mary
simple past              Mary        helped         Jhon.                  Jhon          was helped           by Mary
past progressive       Mary        was helping Jhon.                  Jhon        was being helped   by Mary
past perfect             Mary        had helped  Jhon.                  Jhon        had been helped     by Mary
simple future            Mary        will help       Jhon.                 Jhon        will be helped           by Mary
be going to              Mary        is going to help Jhon.            Jhon        is going to be helped by Mary
future perfect*          Mary     will have helped   Jhon.            Jhon       will have been helped by Mary

BENTUK PASIF YASERING DIGUNAKAN SEBAGAI KATA SIFAT

-          He has eaten a boiled egg and fried chicken
-          I like roasted beef
-          Samuel is a grown man
-          Mr. Edward is an experienced trainer
-          Mr. Harper always has lots of interested listeners
-          Mrs. Hansen is an educated woman
-          Carlos is good at written germ

Referensi Buku:
Betty Schrampfer Azar, UNDERSTANDING AND USING ENGLISH GRAMMAR
Idi Supono, English Grammar tata bahasa inggris lengkap



Curiculum Vitae
Nama  : Gita Nesa MayangSari
NPM    : 13210021
Kelas   : 4EA15


I. Personal Details


Name                           : Gita Nesa MayangSari
Address                       : Masnaga Bintara Jaya .jln. gunung krinci                                                     2 blok A no 898 . Bekasi Barat
Phone Number            : 08122596969
Place & Date of Birth : Jakarta, September 26th 199
Sex                               : Male
Marital Status              : Single
Religion                       : Islam
Nationality                   : Indonesia


II. Education Details


1. 1998 – 2004      Elementary School / SDN Pondok Kopi 04 Pagi
2. 2004 – 2007      Junior High School / SMP Muhammadiyah Jakarta
3. 2007 – 2010      Senior High School / SMA PR2 Jakarta


III. Job Experience

Fresh Graduated

IV. Computer Skills

Microsoft Word, Microsoft Excel, 
Adobe Photoshop

V. PERSONALITY

Good attitude, kind, communicative, tolerant, discipline, honest, and be responsible.






Jakarta, March 23rd 2014


                                                                                                                                                                                                           Gita Nesa MayangSari