TUGAS SOFTSKILL
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Nama : Gita Nesa MayangSari
NMP : 13210021
Kelas : 2EA15
Soal
1. Untuk membangun suatu tatanan masyarakat yang demokratis dan berkeadaban, sesuai yang diamanatkan oleh mata kuliah ini, maka setiap warga negara harus memiliki karakter atau jiwa yang demokratis. Jelaskan semua secara mendalam dan berikan contoh-contohnya !
a) Rasa hormat dan tanggung jawab
b) Bersikap kritis
c) Membuka diskusi dan dialog
d) Bersifat terbuka
e) Rasional
f) Jujur
Jelaskan semua a s/d f secara mendalam dan berikan contoh-contohnya.
2. Apa yang saudara ketahui tentang Visi dan Misi ?
Jelaskan Visi dari pendidikan kewarganegaraan dalam menghadapi era globalisasi secara meluas dan mendalam!
Jawab :
1) a. Rasa Hormat dan Tanggung Jawab
Setiap manusia pasti mempunyai rasa hormat dan tanggung jawab karena sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.untuk mewujudkan suatu tatanan masyarakat yg demokrasi,setiap warga Negara di tuntut harus punya rasa hormat dan tanggung jawab.
Setiap manusia pasti mempunyai rasa hormat dan tanggung jawab karena sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.untuk mewujudkan suatu tatanan masyarakat yg demokrasi,setiap warga Negara di tuntut harus punya rasa hormat dan tanggung jawab.
Contoh : Menghormati orang tua (ayah dan ibu) karena walau bagaimana pun orang tua kita yang telah melahirkan dan membesarkan kita hingga sampai saat ini.selain itu kita harus punya rasa hormat kepada orang yang usianya lebih tua di bandingkan kita. Sedangkan contoh dari tanggung jawab itu sendiri seperti apabila kita melakukan kesalahan seperti melanggar rambu lalu lintas di jalan,dan sebagai warga negara yg baik kita harus berani bertanggung jawab dengan kesalahan yang kita buat.dengan cara mengikuti proses hukum yg ada dan siap menerima hukuman,dari kesalahan yang kita perbuat.
b. Bersikap Kritis
Setiap iwarga negara harus bersikap kritis, dengan perkembangan tekhnologi dan informasi , tentunya kita sebagai warga negara tidak boleh ketinggalan,kita harus selalu mengikuti informasi-informasi baik mengenai informasi secara global atau dunia maupun domestik atau dalam negri, dalam setiap perkembangan informasi tersebut tentunya kita harus bersifat kritis maka kita sebagai warga negara tidak dibodoh-bodohi oleh para pengusaha atau pemerintah. dijelaskan dalam pasal 28F Undang-undang dasar 1945 bahwa "setiap orang berhak untuk berkomunikasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosilanya, serta mereka berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan ,mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia" jadi kita sebagai warga negara berhak untuk kritis dan hal tersebut tentunya dilindungi hukum atau undang-undang.
Contoh :
Sekarang lagi marak-maraknya demo kenaikan BBM , kita sebagai mahasiswa yang intelek seharusnya jangan langsung ikut-ikutan turun demo kejalanan, tapi kita harus berfikir kritis sebelum bertindak atas dasar apa pemerintah menaikkan harga BBM, ada unsur apa pemerintah menaikkan BBM.
c. Membuka Diskusi dan Dialog
Sesuai dengan yang diamanatkan falsafah negara Indonesia yaitu Pancasila dan UUD 1945 kita sebagai warga negara harus membuka diskusi dan dialog dengan demikian apabila kita menemukan satu masalah dalam suatu forum masyarakat kita bisa menyelesaikan dengan jalan diskusi dan dialog atau disebut dengan musyawarah, dijelaskan dalam pacasila sila ke-4 yaitu "kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam perwakilan" dimana setiap warga negara dalam bermusyawarah mengusahakan putusan bersama secara bulat, baru sesudah itu diadakan tindakan bersama.
Contoh :
Apabila ada suatu permasalahan yg belum terselesaikan karena adanya perbedaan pendapat atau pandangan.dan salah satu solusinya adalah dengan cara membuka diskusi dan dialog dengan cara mendengarkan pendapat orang lain tentang masalah yg sedang dibahas.karena setiap orang memiliki pendapat berbeda-beda dan dari pendapat tersebut cari solusi yg terbaik yg dapat menyelesaikan masalah tersebut.
Bersikap terbuka, misalnya baik saran atau kritikan, dan nasihat yang membangun. Jadikanlah saran dan kritik untuk membangun dan sebagai acuan produktivitas dan semangat kerja, bukan sebagai alasan untuk merendahkan namun lebih diartikan sebagai sikap membangun. Ciptakan rasa solidaritas antarsesama teman, melalui belajar/melihat dari orang lain, misalnya cara bergabung dengan organisasi, perkumpulan anak muda, atau kelompok lain sebagainya, dan dimaksudkan juga untuk belajar mengenai pembagian kerja dalam kelompok, sehingga nantinya kita tidak mudah meremehkan kemampuan orang lain, dan sekaligus juga dapat mulai belajar untuk mempercayai kemampuan orang lain, dan dapat meringankan beban pekerjaan, dan bisa juga melalui menggali potensi dengan belajar bekerja secara tim, saling berinteraksi dan tidak egois dalam setiap pengambilan keputusan.
Contoh :
Mau menerima pendapat,nasehat ataupun kritikan dari orang lain.kalau dari diri kita melakukan kesalahan yg menurut orang lain itu salah.karena setiap manusia tidak adayg sempurna dan jadikan kritikan atau nasehat dari orang lain sebagai acuan kita utuk bisa berbuat yg lebih baik lagi.
e. Rasional
Rasional diambil dari kata bahasa inggris rational yang mempunyai definsi yaitu dapat diterima oleh akal dan pikiran dapat ditalar sesuai dengan kemampuan otak.Hal-hal yang rasional adalah suatu hal yang di dalam prosesnya dapat dimengerti sesuai dengan kenyataan dan realitas yang ada.Biasanya kata rasional ditujukan untuk suatu hal atau kegiatan yang masuk diakal dan diterima dengan baik oleh masyarakat . Rasional juga berarti norma – norma yang sudah baku di dalam masyarakat dan telah menjadi suatu hal yang biasa dan permanen
Contoh :
Misalkan kita menginginkan sesuatu yg kita inginkan tetapi di sisi lain ada hal yg ga kalah pentingnya.dan pada kondisi seperti ini kita harus bersikap rasional degan mengutamakan hal yg lebih penting buat kita,dan menunda keinginan kita yg lain.
f. Jujur
Jujur jika diartikan secara baku adalah “mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran”. Dalam praktek dan penerapannya, secara hukum tingkat kejujuran seseorang biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau apa yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi. Bila berpatokan pada arti kata yang baku dan harafiah maka jika seseorang berkata tidak sesuai dengan kebenaran dan kenyataan atau tidak mengakui suatu hal sesuai yang sebenarnya, orang tersebut sudah dapat dianggap atau dinilai tidak jujur, menipu, mungkir, berbohong, munafik atau lainnya.
Contoh :
Apabila kita mengambil/meminjam barang orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya,dan pada saat itu kita harus bersikap jujur dan menjelaskan semuanya apayg terjadi dan meminta maaf atas perbuatan kita.
2) Visi adalah cita – cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang. Visi itu tidak dapat dituliskan secara lebih jelas menerangkan detail gambaran sistem yang ditujunya, dikarenakan perubahan ilmu serta situasi yang sulit diprediksi selama masa yang panjang tersebut.
Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan Visi. Dalam operasionalnya orang berpedoman pada pernyataan misi yang merupakan hasil kompromi intepretasi Visi. Misi merupakan sesuatu yang nyata untuk dituju serta dapat pula memberikan petunjuk garis besar cara pencapaian Visi.
- Visi dari Pendidikan Kewarganegaraan dalam menghadapi era globalisasi :
Yaitu Menjunjung tinggi ketuhanan yang maha esa.Menjadikan masyarakat indonesia berprilaku sesuai dengan apa yang telah diamanatkan oleh pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 .Dengan melakukan lebih banyak lagi tentang makna kewarganegaraan dan terlebih lagi harus diimbangi penerapannya dalam kehidupan secara nyata, agar ketika menghadapi era globalisasi ini sifat dan prilaku kita tidak melanggar etika dan norma-norma yang telah berlaku dalam setiap peraturan Perundang-undangan yang telah ada. Sehingga era globalisasi bukanlah menjadi momok yang menakutkan untuk kita lalui. Karena kita telah dibekali dengan pembelajaran dan penerapan nilai-nilai Pendidikan Kewarganegaraan dalam kehidupan kita sehari-hari, baik itu dinegara kita sendiri ataupun dinegara lain kita tetap memegang penuh pembelajaran dan nilai-nilai Pendidikan Kewarganegaraan itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar